Telpon/WA:
0878-2002-0008
Jam Operasional
- Senin : 11:00 – 19:00
- Selasa : 11:00 – 19:00
- Rabu : 11:00 – 19:00
- Kamis : 11:00 – 19:00
- Jumat : 11:00 – 19:00
- Sabtu : 11:00 – 18:00
- Minggu : Libur
Telpon/WA:
0878-2002-0008
Jam Operasional

Bisnis kue kering masih menjadi salah satu peluang usaha rumahan yang cukup menjanjikan. Modalnya relatif fleksibel, pasarnya luas, dan permintaannya biasanya meningkat menjelang hari besar maupun musim tertentu.
Usaha kue kering sering dianggap bisnis musiman. Padahal kalau dikelola dengan serius, bisnis ini sebenarnya bisa berjalan sepanjang tahun.
Permintaan kue kering tidak hanya datang saat Lebaran atau Natal. Banyak orang sekarang membeli cookies dan pastry untuk hampers, camilan harian, acara kantor, hingga kebutuhan coffee shop kecil.
Masalahnya, banyak pelaku usaha pemula hanya fokus pada rasa dan penjualan, tapi lupa menghitung biaya produksi secara detail. Akibatnya produk laku, tapi keuntungan justru tipis atau bahkan boncos tanpa disadari.
Karena itu, sebelum mulai bisnis kue kering, ada beberapa hal penting yang wajib diperhitungkan.
Langkah pertama bukan langsung beli oven besar atau membuat banyak varian.
Tentukan dulu produk utama yang ingin dijual. Fokus pada jenis kue yang:
Beberapa produk yang paling umum dipilih antara lain:
Jangan terlalu banyak varian di awal. Itu kesalahan klasik pemula.
Semakin banyak jenis produk, semakin rumit stok bahan dan kontrol produksinya.
Banyak orang hanya menghitung tepung, mentega, dan telur.
Padahal bisnis makanan punya biaya tersembunyi yang cukup besar.
Berikut komponen yang wajib masuk dalam perhitungan modal:
Semua bahan utama yang dipakai untuk membuat adonan:
Jangan abaikan biaya kecil seperti:
Kalau tidak dihitung, keuntungan bisnis akan terlihat “palsu”.
Kemasan sekarang bukan cuma pelengkap.
Toples, stiker, pita, hingga kardus pengiriman ikut menentukan nilai jual produk.
Di bisnis makanan, visual sering memengaruhi keputusan pembeli.
Ini yang paling sering dilupakan UMKM rumahan.
Walaupun Anda mengerjakan semuanya sendiri, tetap hitung biaya tenaga kerja.
Kalau tidak, bisnis akan sulit berkembang secara profesional karena tidak ada ukuran keuntungan yang jelas.
Selalu sisihkan biaya cadangan untuk:
Biasanya dialokasikan sekitar 10% dari total modal produksi.
Setelah semua biaya dihitung, langkah berikutnya menentukan harga jual.
Rumus dasarnya cukup sederhana:
= bahan baku + kemasan + operasional + tenaga kerja + biaya risiko
Rata-rata margin ideal bisnis kue kering berada di kisaran 30% sampai 50%.
Kalau terlalu kecil, bisnis sulit berkembang.
Kalau terlalu tinggi tanpa kualitas yang sebanding, pembeli akan kabur.
Harga Jual = Total Modal + Margin Keuntungan
Misalnya Anda membuat 2 toples nastar ukuran 500 gram.
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Bahan baku | Rp 80.000 |
| Kemasan | Rp 20.000 |
| Operasional & risiko | Rp 10.000 |
| Tenaga kerja | Rp 20.000 |
| Total Modal | Rp 130.000 |
Target keuntungan: 40%
Keuntungan:
Rp 130.000 × 40% = Rp 52.000
Total harga jual:
Rp 130.000 + Rp 52.000 = Rp 182.000
Karena hasilnya 2 toples:
Harga jual per toples:
Rp 182.000 ÷ 2 = Rp 91.000
Banyak pelaku usaha baru terlalu sibuk menyamakan harga dengan toko besar.
Padahal pabrik skala besar membeli bahan langsung dalam jumlah ton dan punya biaya produksi jauh lebih murah.
Bisnis rumahan sebaiknya fokus pada:
Kalau memakai bahan premium seperti wisjman asli atau keju edam berkualitas, jangan takut memberi harga yang sesuai.
Bisnis makanan sangat bergantung pada repeat order.
Karena itu jangan pelit memberi tester di awal.
Kalau rasa produk benar-benar bagus, pelanggan biasanya akan kembali sendiri tanpa perlu promosi besar-besaran.
Ini kesalahan yang bikin banyak bisnis rumahan gagal berkembang.
Keuntungan usaha sering tercampur dengan kebutuhan pribadi sehari-hari.
Akibatnya:
Minimal gunakan pencatatan sederhana agar arus uang tetap jelas.
Lihat Juga :
Konsultasi Gratis dan Butuh modal cepat tanpa ribet
Sekarang orang membeli makanan bukan cuma dari rasa, tapi juga tampilan.
Foto produk yang rapi, pencahayaan bagus, dan konten behind the scene produksi sering lebih efektif menarik pembeli dibanding promosi hard selling.
Platform seperti Instagram dan TikTok bisa membantu bisnis kecil berkembang jauh lebih cepat.
Bisnis kue kering memang terlihat sederhana, tetapi tetap membutuhkan perhitungan yang matang. Produk enak saja tidak cukup kalau harga jual tidak dihitung dengan benar.
Karena pada akhirnya, tujuan bisnis bukan sekadar ramai pesanan, tetapi menghasilkan keuntungan yang sehat dan bisa berkembang dalam jangka panjang.