Telpon/WA:
0878-2002-0008
Jam Operasional
- Senin : 11:00 – 19:00
- Selasa : 11:00 – 19:00
- Rabu : 11:00 – 19:00
- Kamis : 11:00 – 19:00
- Jumat : 11:00 – 19:00
- Sabtu : 11:00 – 18:00
- Minggu : Libur
Telpon/WA:
0878-2002-0008
Jam Operasional

Jakarta, 1 September 2026 — Memasuki awal September 2026, masyarakat perlu memperhatikan perubahan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina. PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga terhadap beberapa produk BBM nonsubsidi yang mulai berlaku pada Selasa (1/9/2026).
Tidak seluruh jenis BBM mengalami perubahan harga. Penyesuaian kali ini berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap dipasarkan dengan harga sebelumnya.
Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo kini menjadi Rp19.600 per liter. Dexlite dipasarkan sebesar Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex menjadi Rp25.200 per liter.
Adapun Pertamax tetap berada di level Rp15.950 per liter dan Pertamax Green 95 sebesar Rp16.600 per liter.
Penyesuaian harga pada September cukup terasa pada tiga produk nonsubsidi tersebut.
Pertamax Turbo yang sebelumnya dijual Rp18.300 per liter mengalami kenaikan Rp1.300 sehingga menjadi Rp19.600 per liter.
Kenaikan lebih besar terjadi pada Dexlite. Produk bahan bakar diesel tersebut sebelumnya dipasarkan Rp19.700 per liter dan kini menjadi Rp23.700 per liter. Dengan demikian, terdapat kenaikan sebesar Rp4.000 per liter.
Sementara Pertamina Dex mengalami kenaikan dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter, atau bertambah Rp4.050 per liter dibandingkan harga sebelumnya.
Perubahan tersebut membuat Pertamina Dex menjadi produk dengan kenaikan nominal terbesar di antara tiga jenis BBM yang mengalami penyesuaian pada awal September.
Berikut gambaran harga BBM yang berlaku di wilayah Jabodetabek mulai 1 September 2026:
Daftar tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga tidak diterapkan secara menyeluruh. Pertalite dan Biosolar juga tidak mengalami perubahan berdasarkan daftar harga yang berlaku untuk wilayah tersebut.
Di tengah kenaikan tiga produk BBM nonsubsidi, pengguna Pertamax tidak mengalami perubahan biaya pembelian bahan bakar pada awal September.
Pertamax dengan RON 92 tetap dijual sebesar Rp15.950 per liter. Begitu pula dengan Pertamax Green 95 yang masih berada di angka Rp16.600 per liter.
Pertamina Patra Niaga menyatakan penyesuaian kali ini memang hanya dilakukan terhadap sebagian produk BBM nonsubsidi.
Keputusan mempertahankan harga pada beberapa produk juga mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi keekonomian serta daya beli masyarakat.
Penetapan harga BBM nonsubsidi tidak hanya bergantung pada satu faktor.
Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang ditetapkan pemerintah. Beberapa indikator turut menjadi pertimbangan, seperti harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta faktor ekonomi lainnya.
Artinya, perubahan kondisi pasar energi internasional maupun pergerakan kurs dapat berpengaruh terhadap pembentukan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Selain faktor tersebut, kondisi sosial dan kemampuan daya beli masyarakat turut diperhatikan dalam proses penyesuaian harga.
Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa harga BBM nonsubsidi tidak selalu sama di seluruh Indonesia.
Harga yang berlaku di Jabodetabek dapat berbeda dengan beberapa wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi maupun daerah lainnya. Salah satu penyebabnya adalah adanya komponen pajak bahan bakar kendaraan bermotor serta ketentuan harga yang berbeda berdasarkan wilayah.
Sebagai contoh, Pertamax di wilayah DKI Jakarta tercatat Rp15.950 per liter, sedangkan di sejumlah daerah lainnya dapat berada pada level yang berbeda.
Karena itu, konsumen sebaiknya memeriksa harga yang berlaku di daerah masing-masing sebelum menjadikan daftar harga nasional sebagai patokan transaksi.
Selain mengumumkan perubahan harga, Pertamina mengingatkan masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Pemilihan bahan bakar sebaiknya tidak semata-mata mempertimbangkan perbedaan harga. Nilai oktan atau cetane serta rekomendasi dari produsen kendaraan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Dengan diberlakukannya harga baru sejak 1 September 2026, pengguna Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex menjadi kelompok konsumen yang terdampak langsung oleh penyesuaian kali ini.
Sementara pengguna Pertamax, Pertamax Green 95, Pertalite dan Biosolar belum menghadapi perubahan harga berdasarkan daftar harga yang berlaku di wilayah Jabodetabek pada awal September 2026.
Catatan: Harga BBM nonsubsidi dapat berbeda berdasarkan wilayah dan dapat mengalami penyesuaian kembali. Konsumen disarankan memeriksa informasi harga terbaru sebelum melakukan pembelian.